Surakarta, forka.id — Politeknik Insan Husada Surakarta menggelar Workshop Digital Healthpreneurship bertajuk “Strategi Membangun Bisnis & Jasa Layanan Kesehatan Mandiri di Era Digital”, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Solo Paragon Hotel & Residences tersebut menjadi bagian dari pembekalan lulusan tahun akademik 2025/2026.
Workshop diikuti mahasiswa dari Program Studi D3 Keperawatan, Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, serta D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Luthfi Hamdani, S.M., M.M., yang memberikan materi mengenai peluang bisnis dan jasa layanan kesehatan di era digital.
Dalam pemaparannya, Luthfi memperkenalkan sejumlah model bisnis digital yang dapat dikembangkan lulusan kesehatan. Model tersebut antara lain e-book, mini course, webinar, worksheet, template, affiliate, jasa pendukung, dan personal brand.

Dari materi workshop yang disampaikan, keahlian kesehatan dapat dikemas menjadi aset digital melalui edukasi, produk pengetahuan, maupun layanan pendukung sesuai kompetensi. Untuk lulusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, peluang tersebut antara lain berupa edukasi administrasi kesehatan, literasi data rekam medis, workflow digital, dan template administrasi yang tidak memuat data pribadi pasien.
Selain pemaparan, peserta mengikuti praktik pembuatan produk digital menggunakan Canva serta membuat toko digital melalui Lynk.id atau Lynk.bio. Peserta juga diarahkan menyusun konten promosi berupa video edukasi berdurasi 15–30 detik yang dilengkapi call to action menuju produk atau layanan.
Dalam kegiatan tersebut, Luthfi juga menekankan pentingnya etika dalam bisnis digital kesehatan. Peserta diingatkan untuk tidak membuat diagnosis individual melalui konten publik, menjanjikan kesembuhan, atau menggunakan foto, nama, rekam medis, maupun kisah pasien tanpa persetujuan yang sesuai.
Melalui workshop ini, peserta diarahkan untuk mulai membangun bisnis digital dengan pendekatan satu audiens, satu masalah, dan satu produk. Pada akhir sesi, peserta diminta menyusun ide produk, menentukan harga awal, memilih platform, serta membuat skrip video yang mengarahkan audiens kepada produk atau layanan yang ditawarkan.



