FORKA

OPINI

Darimana Datangnya Kekayaan?

Penulis: Luthfi Hamdani Semua orang ingin menjadi kaya (rich, wealthy). Kekayaan memberi lebih banyak opsi jadi bahagia, menikmati hidup dengan aneka fasilitas, mudah berbagi, dan mengeliminir kekhawatiran akan kondisi buruk; kelaparan, sakit tanpa mampu berobat, terjerat utang, hingga jadi kelas kedua dalam relasi sosial. Kekayaan disini bermakna materil; berupa tabungan dan deposito di bank, uang […]

Darimana Datangnya Kekayaan? Read More »

Membangun Peradaban Baca-Tulis

Penulis: Luthfi Hamdani Kita mungkin sudah sering dengar atau membaca pernyataan bahwa tingkat literasi bangsa kita ini rendah. Versi Program Asesmen Siswa Internasional (PISA) pada tahun 2019, kita bahkan ada di 10 terbawah dari 70 negara yang disurvey. Keprihatinan akan kondisi ini sebenarnya juga sudah banyak diutarakan oleh banyak tokoh, misalnya Najwa Shihab, Gita Wiryawan.

Membangun Peradaban Baca-Tulis Read More »

Buku Perempuan Hebat

Penulis: Luthfi Hamdani Melakukan proses penerbitan buku ini via @indonesiaimaji membuat saya membaca kilas balik kiprah dan perjuangan tokoh-tokoh perempuan nasional. Pemikiran, perasaan dan gerakan nyata mereka jalankan dalam rangka mengadvokasi hak-hak perempuan, mengupayakan agar perempuan punya akses pengembangan dan aktualisasi diri yang sama dengan laki-laki. Satu yang paling penting, kisah hidup mereka adalah inspirasi bagi perempuan

Buku Perempuan Hebat Read More »

Ribut Nasab, Struktur Sosial dan Penghalang Inklusifitas

Penulis: Luthfi Hamdani Rame-rame di media sosial berdebat masalah nasab ini semakin hari tambah “nggilani”. Ada satu kelompok berbangga-bangga dengan klaim keturunan nabi jalur A, satu kelompok lagi dari jalur B. Satu lagi jelas orang-orang biasa, bukan dari jalur keturunan pembesar-pembesar. Diskusi ini sebenarnya bisa saja jadi menarik selagi dilaksanakan dalam koridor ilmiah, mengecek keabsahan

Ribut Nasab, Struktur Sosial dan Penghalang Inklusifitas Read More »

Mengurai Indonesia Negara Fatherless

Penulis: Luthfi Hamdani Beberapa hari terakhir ramai diulas negara kita sebagai “fatherless country”. Dengan kata lain, kita ini negara yang punya keadaan atau kecenderungan dalam masyarakat berupa tidak adanya peran dan keterlibatan figur ayah secara signifikan dan hangat dalam kehidupan sehari-hari seorang anak di rumah. Di sebuah artikel, diulas bahwa kondisi ini bisa berakibat pada

Mengurai Indonesia Negara Fatherless Read More »

Tidak Semua Orang Cocok Jadi Wirausahawan

Penulis: Luthfi Hamdani Setelah hampir tiga tahun menjalankan bisnis (hustle) @indonesiaimaji dan diskusi dengan mahasiswa tentang kewirausahaan serta manajemen bisnis, akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa tidak semua orang cocok jadi wirausahawan. Lebih tepatnya, hanya bakal ada sangat sedikit orang yang layak jadi wirausahawan atau pebisnis. Pengalaman ini mengonfirmasi data kementerian perindustrian bahwa Indonesia hanya punya

Tidak Semua Orang Cocok Jadi Wirausahawan Read More »

Kenapa Menikah Bernilai Ibadah?

Penulis: Luthfi Hamdani Mungkin salah satu jawabannya adalah untuk menjaga kelanggengannya butuh usaha-usaha yang super ekstra. Upaya lahir dan batin, fisik dan mental. Pasangan perlu bekerja keras (ikhtiar) lahir untuk memenuhi kebutuhan fisiologis (makan-minum-kebutuhan dasar). Pasangan juga butuh “membunuh egonya” untuk menerima kekurangan satu sama lain, bermufakat pada opsi yang bukan dari kepala kita, bahkan

Kenapa Menikah Bernilai Ibadah? Read More »

Bahagia dan Kesepian

Penulis: Luthfi Hamdani Demikian topik salah satu tulisan Reza A.A Wattimena dalam bukunya berjudul “Bahagia, Kenapa Tidak?” (2015). Sebuah buku yang mengulas relasi kebahagiaan hidup dengan beragam aspek yang mempengaruhinya. Diulas dengan pendekatan filsafat berdasarkan argumentasi sederhana: “Hidup yang bahagia berarti hidup yang dijalani dengan cara berpikir (falsafah) yang tepat.” Pada tulisan mengenai kesepian, Wattimena

Bahagia dan Kesepian Read More »

Anak Mencerminkan Diri Kita

Penulis: Luthfi Hamdani Dari buku “Kecerdasan Emosional” karya Daniel Goleman, saya belajar bahwa balita punya kepekaan emosional yang luar biasa. Mereka bisa menangkap suasana hati orang-orang yang ada di dekatnya, khususnya kedua orangtuanya. Apa yang mereka rasakan, adalah cerminan suasana hati kita. Goleman menuliskan: “Even infants ‘catch’ moods: Three-month-old babies of depressed mothers, for example, mirrored

Anak Mencerminkan Diri Kita Read More »

Lebih Terhubung, Lebih Bahagia

Penulis: Luthfi Hamdani Saya sempat nonton presentasi dari seorang psikiatri bernama Robert Waldinger di channel Youtube TED. Presentasi berjudul “What Makes a Good life?” bersumber dari sebuah studi panjang dari Harvard Study of Adult Development. Ini mungkin studi atau riset terlama tentang kehidupan remaja yang pernah dilakukan. Selama 75 tahun, empat generasi peneliti melakukan studi

Lebih Terhubung, Lebih Bahagia Read More »

Scroll to Top