FORKA

SOCIAL ENTERPRISE

Kenalan dengan Tokoh-Tokoh Social Entrepreneurship

Bill Drayton (Ashoka Foundation) Bill Drayton dikenal sebagai salah satu pelopor wirausaha sosial. Drayton mendirikan Ashoka Foundation pada tahun 1980. Perusahaan ini “memimpikan dunia di mana setiap orang menjadi pembawa perubahan.” Ashoka mengambil pendekatan multifaset untuk menemukan dan mendukung wirausahawan sosial secara global. Tiga prioritasnya adalah: Kewirausahaan sosial: Memilih “Ashoka Fellows” yang menjanjikan di seluruh […]

Kenalan dengan Tokoh-Tokoh Social Entrepreneurship Read More »

Generasi Awal Kewirausahaan Sosial di Indonesia

Di Indonesia, konsep modern kewirausahaan sosial diperkenalkan oleh Ashoka Foundation pada tahun 1983 ketika yayasan tersebut meluncurkan program awalnya untuk mengidentifikasi, melatih dan mendanai wirausahawan lokal. Namun, organisasi-organisasi yang memiliki karakteristik serupa dengan organisasi-organisasi yang saat ini diberi label sebagai wirausaha sosial dapat ditelusuri sejak masa pra-kemerdekaan pada akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an

Generasi Awal Kewirausahaan Sosial di Indonesia Read More »

Pengukuran Kinerja dan Dampak Kewirausahaan Sosial

URGENSI PENGUKURAN DAMPAK SOSIAL Komite Bantuan Pembangunan OECD menjelaskan dampak sebagai dampak positif, negatif, langsung atau tidak langsung, dan jangka pendek dan jangka panjang yang menyeluruh dari suatu intervensi untuk tujuan pembangunan, yang disengaja atau tidak. Dampak ini dapat berupa dampak sosial budaya, ekonomi, teknologi, lingkungan, kelembagaan, atau jenis dampak lainnya. (Ali et al., 2019)

Pengukuran Kinerja dan Dampak Kewirausahaan Sosial Read More »

Mengidentifikasi Masalah Lingkungan Hidup Antropogenik

Ekspansi besar-besaran dari populasi manusia disertai segala aktivitas ekonominya selama dua abad terakhir berdampak begitu besar kepada eksistensi spesies lain yang turut menghumi planet bumi. Keserakahan manusia terhadap sumber daya juga telah mengantar kita menjadi salah satu kekuatan paling merusak di bumi. Menurut laporan berjudul “Ecosystem and Human Well-Being” (2005) dari (Millenium Ecosystem Assessment, 2005)

Mengidentifikasi Masalah Lingkungan Hidup Antropogenik Read More »

Perbedaan Social Enterprise dengan Lembaga Amal dan Bisnis Biasa

Perbedaan wirausaha sosial dengan bisnis yang pada umumnya mengejar profit atau organisasi nirlaba tradisional adalah keinginan wirausahawan sosial untuk terlibat dalam aktivitas wirausaha sembari memiliki tujuan sosial mendasar yang mendorong dan memandu pengambilan keputusan dan pekerjaan mereka. Kewirausahaan sosial berbeda dengan filantropi murni. Filantropi secara etimologis berarti “cinta kemanusiaan”, namun secara umum diartikan sebagai tindakan

Perbedaan Social Enterprise dengan Lembaga Amal dan Bisnis Biasa Read More »

Green Economy sebagai Alternatif Solusi Masalah Kesejahteraan

Ekonomi hijau pertama kali diperkenalkan oleh Pearce et al., 1989 sebagai respons terhadap rendahnya penilaian biaya lingkungan dan sosial dalam sistem harga saat itu (Loiseau et al., 2016). Namun, kemudian konsep tersebut digaungkan oleh UNEP (United Nations Environment Programme) pada 2008 sebagai upaya untuk mendorong negara-negara maju dan berkembang menerapkan konsep atau model pembangunan ekonomi

Green Economy sebagai Alternatif Solusi Masalah Kesejahteraan Read More »

Ekonomi Sirkuler; Sebuah Konsep Alternatif

Permasalahan lingkungan hidup, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran air, udara, dan tanah, penipisan sumber daya, dan penggunaan lahan yang berlebihan semakin membahayakan sistem pendukung kehidupan bumi. Kemudian isu-isu seperti tingginya pengangguran, kondisi kerja yang buruk, kerentanan sosial, jebakan kemiskinan, kesetaraan antar dan intragenerasi, dan kesenjangan yang semakin besar terus muncul di berbagai negara. Untuk mengatasi

Ekonomi Sirkuler; Sebuah Konsep Alternatif Read More »

Sembilan Tahapan Membangun Bisnis Sosial

Muhammad Yunus dan Karl Weber dalam buku “Building Social Business: The new kind of capitalism that serves humanity’s most pressing needs” menuliskan tahapan-tahapan yang biasa dilalui saat membangun bisnis atau perusahaan sosial. Dari Tujuan Besar ke Tujuan Spesifik Mulailah dengan Passion Pribadi Membangun Bisnis Sosial di Sekitar Orang Lain Menerapkan Teknologi pada Kebutuhan Manusia Menguji

Sembilan Tahapan Membangun Bisnis Sosial Read More »

Perkembangan Social Entrepreneurship di Dunia

Kegiatan-kegiatan yang saat ini disebut sebagai kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) dalam penelusuran MacDonald & Howorth, (2018) terbukti berakar dalam sejarah filantropi-amal yang terus dilaksanakan setiap abad sejak tahun 1600-an. Serta terus berkembang pada abad-abad berikutnya. Bornstein & Davis, dalam buku How to Change the World: Social Entrepreneurs and the Power of New Ideas” (2004) menuliskan:

Perkembangan Social Entrepreneurship di Dunia Read More »

Green Marketing

Secara khusus, perusahaan diharapkan untuk berkomitmen pada strategi pemasaran hijau karena beberapa alasan berikut: (1) biaya bahan baku dan energi terus meningkat, (2) tekanan publik terus meningkat, (3) semakin meningkatnya kesadaran bahwa mengikuti praktik triple-bottom line dapat meningkatkan permintaan konsumen, dan (4) meningkatnya antipati konsumen terhadap globalisasi menyebabkan penguatan aktivitas LSM dibandingkan dengan kinerja hijau.

Green Marketing Read More »

Scroll to Top