Desa Garangan, Boyolali, 2 Agustus 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Boyolali kembali menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan masyarakat melalui program-program kreatif dan aplikatif. Salah satu program unggulan yang baru saja dilaksanakan adalah pelatihan pembuatan cookies “Gookies Lokal Bites”, yang diadakan di Balai Desa Garangan pada Selasa, 29 Juli 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK Desa Garangan. Tentunya menunjukkan tingginya antusiasme warga untuk mempelajari keterampilan baru, khususnya dalam bidang pengolahan pangan yang memanfaatkan potensi bahan baku lokal.
Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dibuka dengan sambutan hangat dari Bapak Nurcholis, Sekretaris Desa Garangan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Boyolali atas inisiatif menghadirkan program kreatif dan aplikatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini, karena selain memberikan ilmu baru, juga dapat menjadi inspirasi bagi warga untuk lebih berkreasi dan memanfaatkan potensi desa,” ujar Bapak Nurcholis, Sekdes Garangan.
Beliau juga berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti sebagai acara satu hari, tetapi dapat menjadi langkah awal munculnya usaha-usaha baru yang memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga.
Memanfaatkan Bahan Lokal, Menciptakan Produk Bernilai Jual
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN memaparkan bahwa cookies “Gookies Lokal Bites” diinisiasi sebagai contoh produk olahan pangan sederhana, praktis, dan memiliki nilai tambah ekonomis. Nama Gookies Lokal Bites ini berasal dari Garangan Cookies, yang terinspirasi dari potensi lokal desa. Selain itu, bahan baku yang digunakan pun mudah diperoleh di sekitar desa, seperti jagung, tepung lokal, hingga bahan penunjang lainnya.
“Banyak bahan di sekitar kita yang sebenarnya bisa diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Gookies Lokal Bites ini contohnya. Dengan resep yang sederhana, kita bisa menciptakan camilan yang lezat dan bisa dijual,” jelas Wulan, saat memaparkan materi di hadapan para peserta.
Selain berbagi resep dan teknik dasar pembuatan cookies, tim KKN juga memberikan materi singkat mengenai cara mengemas produk dengan menarik, pentingnya label merek, dan strategi sederhana untuk memasarkan produk secara offline maupun online. Hal ini diharapkan dapat memicu lahirnya usaha rumahan atau UMKM baru yang mendukung perekonomian keluarga.
Praktik Langsung & Suasana Penuh Keakraban
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta diajak membuat adonan cookies, membentuk cetakan, hingga memanggang bersama. Suasana balai desa pun seketika berubah menjadi dapur mini penuh semangat, aroma wangi cookies yang dipanggang menambah semangat peserta.
Sambil praktik, para ibu-ibu dan remaja Karang Taruna saling berbagi tips, berdiskusi, bahkan saling membantu mencetak cookies agar hasilnya rapi dan menarik. Beberapa peserta terlihat mendokumentasikan prosesnya, sebagai referensi untuk mencoba di rumah.

“Saya senang sekali bisa belajar bikin cookies ini. Biasanya saya hanya bikin kue tradisional. Kalau diajari bikin kue kering seperti ini, jadi ada ide buat jualan kalau ada acara hajatan atau arisan,” ungkap Bu Wina, salah satu anggota PKK Desa Garangan.
Dorongan untuk Berani Memulai Usaha
Selain praktik, tim KKN juga memberikan motivasi agar warga berani mencoba berwirausaha. Menurut mereka, langkah kecil seperti mencoba resep di rumah, menjual di lingkungan sekitar, atau menitipkan produk di warung bisa menjadi awal berkembangnya UMKM skala rumahan di Desa Garangan.
“Kami tidak hanya ingin memberi ilmu, tetapi juga mendorong warga agar berani mencoba. Produk kecil seperti cookies Lokal Bites ini bisa jadi cikal bakal usaha yang lebih besar jika dikelola serius dan konsisten,” ujar Ningsih, perwakilan KKN Kelompok 17 Universitas Boyolali di akhir sesi.
Wujud Nyata Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa juga tampak dari kehadiran perwakilan perangkat desa yang memantau jalannya pelatihan.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, diharapkan “Gookies Lokal Bites” bukan hanya menjadi camilan lezat, tetapi juga menjadi simbol semangat masyarakat Desa Garangan untuk terus berinovasi, berkreasi, dan berdaya secara mandiri.
*****
Penulis: Ririn Nofita adalah mahasiswa yang aktif menulis fiksi & melakukan riset seputar inovasi dan kearifan lokal. Saat ini tinggal di Boyolali, kontak via email nft.ririn99@gmail.com













