Bangkok, 18 April 2026 — Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di lingkungan pelaku UMKM sekitar Masjid Darul Muttakeen, Bangkok, Thailand, Sabtu (18/4). Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama akademik yang berfokus pada program Mosque-Based Social Entrepreneurship for Sustainable Financial Empowerment at Prasert Islam Community, Thailand, sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas Muslim melalui pendekatan kewirausahaan sosial.
Program ini dilaksanakan oleh tim dari Prodi Manajemen FEB Unisri bekerja sama dengan komunitas Prasert Islam dan mitra lokal di Thailand, dengan Mutya Paramita P., S.E., M.Sc dan Naili Amalia, S.E., M.M. sebagai penanggung jawab program. Kegiatan menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Masjid Darul Muttakeen melalui agenda pelatihan, mentoring, dan knowledge sharing terkait pengelolaan usaha, penguatan kapasitas kewirausahaan, serta strategi keberlanjutan ekonomi komunitas berbasis masjid. Pendekatan ini menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari pentingnya memperkuat kapasitas pelaku UMKM komunitas Muslim dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis, termasuk kebutuhan adaptasi terhadap pengelolaan usaha yang lebih berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dikembangkan dalam lingkup kolaborasi internasional. Melalui program ini, Unisri mendorong transfer pengetahuan lintas negara sekaligus memperkuat jejaring akademik dan praktik pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan mengenai model bisnis sosial berbasis masjid, penguatan literasi keuangan usaha, serta strategi pengembangan UMKM yang relevan dengan konteks lokal masyarakat sekitar masjid. Interaksi berlangsung partisipatif, di mana para pelaku UMKM juga berbagi pengalaman mengenai tantangan usaha yang mereka hadapi, mulai dari akses pasar, pengelolaan modal, hingga pengembangan produk. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penguatan ekosistem ekonomi komunitas.
“Kegiatan ini kami rancang bukan sekadar pelatihan satu arah, tetapi sebagai ruang kolaborasi untuk membangun model kewirausahaan sosial berbasis masjid yang berkelanjutan. Kami melihat komunitas sekitar masjid memiliki potensi ekonomi yang besar, dan melalui pendampingan ini kami ingin memperkuat kapasitas UMKM agar lebih resilien, mandiri, dan mampu berkembang,” ujar Mutya Paramita P., S.E., M.Sc., pelaksana program. Ia menambahkan, kolaborasi internasional ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata melalui pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Prodi Manajemen FEB Unisri berharap model mosque-based social entrepreneurship dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di berbagai komunitas lain, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional. Program ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi akademik, komunitas, dan jejaring global.













