Solodiran, Klaten – Dalam rangka menjalankan Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) Kelompok 58 melaksanakan kegiatan Program Kerja Individu yang dilaksanakan oleh Aszalza Yuliana Putri dengan tema “Gerakan Tanam Cerdas Sahabat Tani, Lawan Penyakit: Dari Mahasiswa untuk Petani, Demi Hasil Panen Lebih Baik” pada Minggu (03/08/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh Anggota Kelompok Tani Desa Solodiran, Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman anggota kelompok tani terhadap pentingnya pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT), memperkenalkan penggunaan agens hayati yang ramah lingkungan, serta mendorong penerapan teknik budidaya yang sehat dan efisien agar hasil panen meningkat dan keberlanjutan pertanian.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bapak Didik Juliana selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Solodiran, kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh Aszalza Yuliana Putri selaku mahasiswa yang melaksanakan Program Kerja Individu.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan pentingnya pertanian organik, seperti pemanfaatan agens hayati seperti Trichoderma untuk mengatasi penyakit layu fusarium dan meningkatkan kesuburan tanah.
Cara pengaplikasiannya dapat dilakukan pada perendaman benih, tabur/kocor pada lahan pertanaman sebelum tanam dansiram pada tanaman yang sudah tumbuh.
Serta materi selanjutnya berupa pengenalan dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari daun papaya untuk mengatasi hama sejenis trips, kutu kebul dan ulat, serta bertujuan untuk mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.
Kandungan yang terdapat dalam daun papaya berupa Papain dan Alkaloid yang bersifat sebagai racun perut bagi hama, Flavonoid yang mengganggu sistem pencernaan serangga dan Saponin yang membuat hama kehilangan nafsu makan.

Demonstrasi atau praktek dilaksanakan dengan melibatkan anggota kelompok tani secara langsung dalam membuat pestisida nabati daun papaya ini.
Cara pembutannya meliputi cuci 2 lembar daun papaya kemudian potong-potong dan haluskan menggunakan coper/blender/tumbuk, setelah halus saring dan campurkan dengan air bersih sebanyak 1 liter, tambahkan 2 tetes sabun pencuci piring yang berfungsi sebagai perekat dan aduk merata, selanjutnya larutkan pada air dengan perbandingan 1:1 dan pestisida nabati sudah siap untuk diaplikasikan pada tanaman.
Cara pengaplikasian pestisida nabati dari daun papaya untuk pencegahan dapat diaplikasikan 1 kali dalam seminggu dan pada tanaman yang sudah terinfeksi maupun terserang hama penyakit dapat diaplikasikan 2 kali dalam seminggu.
Waktu pengaplikasian pestisida nabati ini baik dilakukan pada pagi maupun sore hari, karena pada waktu tersebut stomata (mulut Daun) sedang terbuka, sehingga pestisida dapat diserap langsung oleh tanaman.
Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Bapak Didik Juliana selaku Ketua Kelompok Tani ini berjalan dengan lancar, penuh semangat dan antusias dari anggota kelompok tani Desa Solodiran.
Pada akhir kegiatan para anggota kelompok tani menyampaikan rasa senang dan berantusias untuk menerapkan pemanfaatan agens hayati (Trichoderma) dan pemanfaatan daun papaya sebagai pestisida nabati untuk mendukung pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para anggota kelompok tani dapat menerapkan dan mengoptimalkan dalam pemanfaatan agens hayati (Trichoderma) dan pestisida nabati dari bahan disekitar yang ramah lingkungan, guna mengurangi penggunaan pestisida kimia yang kurang aman bagi kesehatan.
*****
Penulis reportase: Aszalza Yuliana Putri (Mahasiswa Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi UNISRI), dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dewi Maria Herawati, M.I.Kom.















Forever proud of you, Adik ❤️