Candirejo (20/8) – Peken Selapan merupakan kegiatan rutin Masyarakat Desa Candirejo setiap 35 Hari sekali, dikemas seperti Bazzar UMKM, menyajikan 80 Stand UMKM Lokal dari Desa Candirejo. Meskipun Kegiatan ini dilaksanakan di Desa namun Digitalisasi seperti Klinik Digital dan juga Sudut Literasi tak lupa disajikan sebagi bukti bahwa Desa Maju dengan sentuhan modernisasi.
Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 20 Agustus 2025 di Jalan Utara Dusun Gabukan RW 5, Desa Candirejo. Telah diikuti 80 UMKM Lokal yang menjajakan beberapa macam produk unggulan seperti beberapa jajanan masa kini, kerajinan tangan, hingga produk olahan.
KKN Desa Candirejo Kelompok 62, yang pada kesempatan ini hadir di Peken Selapan, mereka membawa program kerja unggulan untuk mempromosikan acara. Salah satu langkah inovatif yang mereka lakukan adalah mengundang Mas dan Mbak Klaten sebagai influencer lokal. Kehadiran mereka disambut antusias oleh pengunjung dan pelaku UMKM. Para influencer ini berkeliling, mencoba berbagai produk, dan mempromosikannya melalui media sosial mereka. Dampaknya, Peken Selapan menjadi lebih dikenal luas, bahkan hingga ke luar wilayah desa.
Selain itu, para mahasiswa juga membuka Klinik Digital UMKM. Di sini, mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada para pelaku UMKM, mulai dari cara membuat konten promosi yang menarik, mengelola media sosial, hingga memahami strategi pemasaran online. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pedagang yang ingin memperluas jangkauan pasar produknya.
Tidak hanya fokus pada promosi digital, para mahasiswa juga membuka Sudut Literasi. Sudut ini tidak hanya menyediakan berbagai buku bacaan, tetapi juga menjadi tempat interaktif untuk berdiskusi tentang pentingnya membaca dan menulis.
Anak-anak hingga orang dewasa terlihat asyik mendengarkan dongeng dan mengikuti lokakarya menulis singkat yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Inisiatif ini membuktikan bahwa literasi bisa diperkenalkan melalui cara yang menyenangkan dan relevan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat desa.
Peken Selapan kali ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran para mahasiswa. Mereka tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas.
Berkat kerja sama ini, Peken Selapan tidak hanya menjadi ajang jual beli produk, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan diri bagi warga desa. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana teknologi, literasi, dan strategi pemasaran modern bisa berpadu harmonis dengan kearifan lokal.

Kegiatan ini membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan sentuhan modernisasi yang tepat, seperti digitalisasi, peningkatan literasi, dan pemanfaatan influencer lokal, desa tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bersaing di era global.
Peken Selapan menjadi contoh nyata bahwa inovasi bisa dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu di desa. Ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran pemuda, seperti mahasiswa KKN, dalam mendorong kemajuan di daerah.
Antusiasme warga dan pedagang terlihat jelas sepanjang acara. Mereka berinteraksi dengan mahasiswa, saling berbagi pengalaman, dan berdiskusi tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka. Suasana keakraban terasa begitu kuat, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Peken Selapan tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga berhasil mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Berbagai produk yang ditawarkan juga sangat beragam dan berkualitas. Mulai dari makanan tradisional, jajanan kekinian, kerajinan tangan, hingga produk olahan pertanian. Semua produk tersebut adalah hasil karya otentik dari warga Candirejo.
Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif di desa ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi andalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan suksesnya Peken Selapan kali ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga pendidikan seperti universitas melalui program KKN menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Acara ini bukan hanya sekadar bazar, melainkan sebuah perayaan semangat kebersamaan dan inovasi yang tak pernah padam di Desa Candirejo.













