Surakarta, 20 November 2025 – Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta melaksanakan kegiatan pendataan warga kurang mampu sebagai bagian dari upaya mendukung program bantuan sosial yang digagas oleh pemerintah.
Kegiatan pendataan dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025, dan melibatkan seluruh perangkat kelurahan serta peserta program magang kerja mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program magang kerja yang dijalani oleh Rizky Alfian, mahasiswa semester akhir yang ditempatkan di sekretariat Kelurahan Setabelan. Dalam pelaksanaan pendataan, Rizky bersama tim tugas pendataan bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya di wilayah Kelurahan untuk memetakan keluarga yang memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan sosial.
“Kami tidak hanya mencatat data administratif, tetapi juga melakukan verifikasi kebutuhan langsung kepada warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujar Rizky saat ditemui di lokasi kegiatan. Kegiatan ini sejalan dengan prinsip magang yang menekankan keterlibatan langsung mahasiswa dalam tugas administratif dan lapangan.
Dalam proses pendataan, Rizky berkoordinasi intens dengan Lurah dan perangkat wilayah, termasuk RW dan RT, guna menyusun basis data yang akurat. Kegiatan mencakup wawancara rumah tangga, pengecekan dokumen pendukung, serta penginputan data ke sistem administrasi kelurahan.
“Saya belajar banyak tentang bagaimana cara mengelola data secara sistematis dan beretika, serta pentingnya komunikasi efektif dengan masyarakat,” lanjutnya, menggambarkan pengalaman praktis yang diperoleh dari program magang kerja ini.
Pengalaman seperti ini diperkuat oleh peran mahasiswa magang dalam membantu menghubungkan dunia akademik dengan kegiatan nyata di pemerintahan setempat.
Kegiatan semacam ini menjadi proyek nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan teori manajemen yang dipelajari di kampus dalam konteks kerja publik.
Selain itu, pelaksanaan pendataan warga kurang mampu juga menjadi salah satu tugas strategis dalam mendukung distribusi program bantuan sosial secara akurat dan transparan.
Program magang kerja yang dijalankan Rizky di Kelurahan Setabelan dirancang tidak sekadar memenuhi syarat akademik, tetapi juga memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.
Penanggung jawab magang di Kelurahan Setabelan berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah lokal dengan akademisi. Sementara itu, Rizky menyatakan bahwa pengalaman magang ini memperkuat komitmennya untuk terus belajar dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat.
“Magang ini membuka wawasan saya tentang kompleksitas pengelolaan data sosial serta pentingnya tanggung jawab profesional dalam melayani masyarakat,” tutup Rizky.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat memainkan peran aktif dalam program-program pemerintahan di tingkat kelurahan sebagai bagian dari proses pembelajaran kerja nyata













