Candirejo, Klaten – Fenomena perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia.
Berbagai studi menunjukkan bahwa perilaku ini dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis, kepercayaan diri, bahkan prestasi belajar anak.
Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta menginisiasi program “Say No to Bullying” sebagai upaya nyata menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Candirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, pada awal Agustus 2025. Program tersebut digagas oleh Rahma Rian Dini Putri, mahasiswa KKN-PPM di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M. Sosialisasi diikuti antusias oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.
Menurut Rahma, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta cara mencegah dan menanggulanginya. Ia menekankan bahwa bullying bukan sekadar ejekan ringan, melainkan perilaku yang bisa melukai perasaan, mengganggu kesehatan mental, dan bahkan mengisolasi korban dari lingkungan sosialnya.
“Bullying dapat menghambat perkembangan anak, baik secara akademis maupun emosional. Kami ingin anak-anak berani berkata tidak pada bullying dan saling menghormati satu sama lain,” ujarnya.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Sosialisasi ini dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh siswa SD. Acara dimulai dengan ice breaking yang membuat suasana cair dan menghilangkan rasa canggung antara peserta dan pemateri. Setelah itu, Rahma menyampaikan materi dengan bahasa sederhana dan diselingi contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, seperti mengolok-olok teman, mengejek fisik, atau mengucilkan teman dari kelompok bermain.
Tidak hanya sosialisasi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung yang membuat siswa lebih terlibat secara aktif. Salah satunya adalah pembagian snack sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.
Selain itu, terdapat kegiatan kreatif pengecatan telapak tangan siswa menggunakan cat warna-warni, kemudian ditempelkan di dinding sekolah. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh siswa untuk menjadikan sekolah bebas dari bullying.
Suasana terlihat penuh keceriaan. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara. Bahkan, beberapa siswa menyampaikan kesan mereka bahwa kegiatan ini membuat mereka lebih memahami bahwa mengejek teman atau melakukan kekerasan bukanlah hal yang pantas dilakukan.
Kepala SD Negeri 1 Candirejo memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta ini.
“Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini bermanfaat untuk membangun karakter anak-anak. Pesannya jelas, mereka harus saling menghormati dan membantu, bukan merendahkan atau menyakiti,” ungkapnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep anti-bullying, tetapi juga menerapkannya dalam interaksi sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi contoh bahwa edukasi tentang pencegahan bullying sebaiknya dilakukan sejak dini, agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berempati, menghargai perbedaan, dan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis.
Program “Say No to Bullying” di SD Negeri 1 Candirejo ini menegaskan bahwa menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bukan hanya tugas guru, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, termasuk siswa itu sendiri.
*****
Penulis: Rahma Rian Dini Putri
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Hudi Kurniawanto, S.E., M.M













