Wonokerto, Wonosobo- Jumat 25 Juli, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 20 Universitas Tidar (Untidar) mengadakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembautan Silase atau pakan ternak yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi kedap udara (anaerob) dengan Kelompok Tani Maju Mandiri (KTMM) yang berfokus pada pengemukkan kambing di Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini dilatarbelakangi karena anggota KTMM mempunyai profesi utama selain beternak kambing, sehingga para anggota KTMM cukup sulit membagi waktu antara pekerjaan utama mereka dengan mencari pakan buat ternak mereka, oleh sebab itu anggota KKN yang berasal dari program studi Peternakan mempunyai terobosan dengan menggunakan pakan yang dapat bertahan lama disimpan yaitu Silase.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi obat dan vitamin tambahan yang bisa diaplikasikan ke hewan ternak agar terhindar dari penyakit dan pertumbuhanya bisa maksimal. Pada dasarnya kelompok tani desa Wonokerto berfokus pada pengemukan hewan ternak sehingga suplemen tambahan cukup diperlukan.
“Kami disini mempunyai pekerjaan utama selain beternak kambing, sehingga kita tidak bisa terlalu fokus pada ternak kita, oleh karena itu kami perlu gagasan baru agar ternak kita dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari penyakit yang sering terdapat pada hewan ternak khususnya kambing” ujar pak Khotib selaku ketua Kelompok Tani Maju Mandiri.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Kegiatan pelatihan pembuatan silase dimulai dengan penyampaian bahan dan ala tapa saja yang diperlukan untuk pembuatan silase oleh salah satu mahasiswa peternakan yaitu Reza.
Bahan seperti rumput odot, molase, bekatul, dan EM4(Effective Microorganisms 4) diperlukan dalam pembuatan silase, dengan mencampurkan semua bahan yang telah ditakar dengan ukuran yang telah disampaikan diawal untuk kemudian dimasukkan dalam wadah tertentu yang rapat kemudian difermentasi selama 21 hari dan baru bisa diberikan kepada hewan ternak.

Program ini diharapkan dapat meringankan para kelompok tani dalam mengelola waktu mereka bekerja dan mengurus ternak mereka. Anggota kelompok tani tidak perlu mencari pakan setiap hari dan hanya perlu mencari rumput beberapa kali dalam satu bulan untuk kemudian di fermentasi dengan metode silase.
“harapanya dengan adanya pelatihan pembuatan silase kami dapat meringankan pekerjaan kami dalam mencari pakan ternak, dan kami mengucapkan terimakasih kepada tim KKN karena telah memberikan solusi yang dapat mengoptimalkan peternakan kami” tambah Pak Khotib.














