Ngawi, 12 Agustus 2025 — Tawa ceria dan wajah penuh semangat menyambut Selasa pagi di SDN Cantel. Siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 memenuhi halaman sekolah, siap mengikuti kegiatan yang tak hanya menghibur, tapi juga sarat makna: “Ayo Bersama Cegah Bullying: Senyum Tanpa Takut, Sekolah Bebas Bullying.”
Kegiatan ini digagas oleh Tim KKN 45 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) bekerja sama dengan pihak Kecamatan DP3AKB, dan menghadirkan sosok yang tak asing di dunia remaja Ngawi, Handika Rizky — Duta Genre Kabupaten Ngawi 2025.

Sejak awal, suasana dibuat hangat. Sesi perkenalan dan ice breaking mengundang gelak tawa, apalagi saat anak-anak diajak bernyanyi bersama. Begitu Handika tiba, suasana berubah menjadi penuh perhatian. Dengan gaya bicara yang santai namun tegas, ia memaparkan tentang apa itu bullying, dampak yang ditimbulkannya, serta langkah-langkah mencegahnya.
“Harus lebih aware dengan lingkungan sekitar kita. Bullying, dalam bentuk apapun, tidak bisa dibenarkan. Kita harus saling menghargai, membangun empati, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman untuk belajar,” pesan Handika, yang disambut anggukan para siswa.
Tak hanya mendengar, siswa-siswi juga aktif menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Keberanian mereka dibalas dengan doorprize yang membuat suasana semakin riuh gembira.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Menjelang akhir, Tim KKN 45 memberikan sertifikat kepada Handika sebagai tanda terima kasih, lalu mengajak semua peserta berfoto bersama.
“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa saling menghargai di antara siswa, serta mencegah terjadinya bullying di sekolah,” ujar salah satu anggota Tim KKN 45.
Hari itu, SDN Cantel tak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya empati, keberanian, dan kesadaran untuk menjaga sekolah bebas dari bullying.













