Ngawi, 13 Agustus 2025 — Pagi itu, Balai Desa Cantel tak hanya dipenuhi deretan kursi dan meja rapat. Suasana hangat terasa ketika jajaran pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), perwakilan Dinas Koperasi, hingga tim KKN 45 UNUGIRI duduk bersama, berbincang tentang masa depan koperasi yang lebih modern dan profesional.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Koperasi Desa Merah Putih: Sinergi Menuju Koperasi Modern” ini tak sekadar pertemuan formal.
Ada semangat untuk mengurai masalah, berbagi strategi, hingga memperkenalkan teknologi baru berupa aplikasi KDMP yang diharapkan bisa memudahkan pendataan anggota.
Dua narasumber dari Dinas Koperasi, Mujiati dan R. Hendhi S., hadir memberikan pencerahan.
Mujiati menjelaskan bahwa KDMP Desa Cantel saat ini tengah menunggu regulasi terbaru dari pemerintah pusat terkait petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak).
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Sementara itu, R. Hendhi S. mengingatkan, “Mendirikan koperasi harus benar-benar sukarela dari anggota, dan modal adalah fondasi utama untuk memulai usaha.”
Sesi diskusi berjalan akrab. Peserta bebas bertanya, berbagi pengalaman, bahkan memberi masukan untuk pengelolaan koperasi yang lebih baik.

Puncak acara terjadi saat perwakilan Tim KKN 45 menyerahkan aplikasi KDMP secara simbolis kepada Ketua Koperasi Desa Merah Putih.
Tepuk tangan mengiringi momen tersebut, seakan menjadi tanda dimulainya langkah baru menuju koperasi yang lebih modern.
“Harapannya, kegiatan ini bisa memberi wawasan baru bagi pengurus, dan aplikasi yang kami serahkan bisa menjadi alat bantu penting dalam administrasi,” ungkap salah satu anggota Tim KKN 45.
*****
Ditulis oleh: Alfitrishofia Rahma Zaitun














