Klaten – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM). Salah satu program yang baru saja dilaksanakan adalah pendampingan branding bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini berlangsung pada 22–28 Juli 2025 dengan mengusung tema “Strategi Branding sebagai Penerapan Identitas UMKM di Desa Krajan.” Program ini diinisiasi oleh Puspa Arum Indah Hati, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI, yang menaruh perhatian besar pada pentingnya identitas usaha dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah ketatnya persaingan pasar.
Menurut Puspa, branding bukan sekadar membuat produk terlihat menarik secara visual, tetapi lebih jauh merupakan sebuah strategi untuk membangun citra, kepercayaan, dan nilai tambah bagi usaha. “Branding bukan hanya soal tampilan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah usaha dikenal dan dipercaya oleh konsumen. Dengan identitas usaha yang jelas, UMKM akan lebih mudah bersaing dan mengembangkan pasar,” ujarnya.
Salah satu keunikan dari program ini adalah metode pendampingan yang dilakukan secara door to door. Mahasiswa tidak hanya mengumpulkan pelaku UMKM dalam satu forum besar, tetapi juga mendatangi langsung rumah atau tempat usaha mereka.
Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena mahasiswa dapat berinteraksi secara personal, memahami kondisi nyata di lapangan, sekaligus menyesuaikan strategi branding sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dengan cara ini, para pelaku UMKM merasa lebih leluasa menyampaikan kendala maupun ide yang mereka miliki.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga UMKM lokal yang menjadi sasaran program. Pertama, UMKM milik Ibu Sehati yang memproduksi apem Ya-qowiyyu khas jatinom. Selama pendampingan, Ibu Sehati mendapatkan nota penjualan khusus dengan desain menarik yang menampilkan logo serta nama usahanya. Nota tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi, tetapi juga menjadi media promosi sederhana yang menjadikan produk apem tampil lebih profesional.
Kedua, produsen tempe kedelai. UMKM ini mendapat dukungan berupa pembuatan MMT atau spanduk promosi. Media promosi tersebut dipasang di sekitar lokasi usaha sehingga lebih mudah menarik perhatian pembeli. Dengan tampilan yang lebih menonjol, diharapkan produk tempe kedelai lokal ini semakin dikenal dan diminati masyarakat sekitar maupun konsumen luar desa.
Ketiga, produsen kerupuk. UMKM ini mendapat bantuan berupa desain logo usaha yang dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan, mulai dari kemasan produk, banner promosi, hingga media sosial. Dengan adanya identitas visual yang konsisten, produsen kerupuk dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya tarik produk.
Para pelaku usaha merasakan manfaat langsung dari program ini. Ibu Sehati, misalnya, mengaku sangat terbantu dengan adanya nota penjualan yang dirancang khusus. “Sekarang pembeli melihat usaha saya lebih rapi dan profesional. Nota ini juga memudahkan saya mencatat penjualan,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh pelaku UMKM lainnya. Dukungan berupa spanduk dan logo membuat usaha mereka lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Bagi pelaku UMKM yang selama ini masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, langkah ini menjadi awal yang baik untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui pendampingan branding ini, mahasiswa UNISRI berharap UMKM di Desa Krajan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jaringan pemasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. Identitas usaha yang kuat diyakini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menumbuhkan rasa bangga bagi pelaku usaha terhadap produk lokal yang mereka hasilkan.
“Program ini bukan hanya tentang hasil jangka pendek, tetapi bagaimana pelaku UMKM dapat terus percaya diri dalam mengembangkan identitas usaha mereka. Dengan branding yang tepat, produk lokal tidak kalah dengan produk lain di pasaran,” tambah Puspa.
Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi dan mengangkat potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi desa.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pelaku UMKM, Desa Krajan diharapkan dapat berkembang menjadi desa yang mandiri secara ekonomi dengan produk-produk unggulan yang memiliki identitas merek kuat, otentik, dan bernilai tinggi.
*****
Penulis reportase: Puspa Arum Indah Hati (Mahasiswa aktif Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta)













