Tulung, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Kelompok 99 melaksanakan program kerja individu dengan tema “Dari Kolam Lele ke Lahan Sawah; Inovasi Pupuk Organik Cair untuk Peningkatan Produktivitas Tanaman” oleh Riska Amalia dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (06/08/2025) pukul 20.00 WIB disalah satu rumah anggota Kelompok Tani Sumber Makmur. Sasaran kegiatan adalah para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sumber Makmur, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten dengan anggota kurang lebih berjumlah 25 orang.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman serta keterampilan praktis kepada para petani mengenai cara mengolah limbah air lele menjadi pupuk organik cair (POC). Selama ini, limbah air kolam lele seringkali dianggap tidak bermanfaat bahkan menimbulkan masalah lingkungan.
Melalui inovasi ini, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Dalam kesempatan ini, Riska Amalia memaparkan secara jelas langkah-langkah pembuatan POC, mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, proses fermentasi, hingga cara pengaplikasian pada tanaman. Penjelasan tersebut dilengkapi dengan praktik sederhana sehingga mudah dipahami oleh para petani.
Praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dilaksanakan bersama bapak-bapak kelompok tani secara langsung. Tahapan pembuatan POC diawali dengan persiapan bahan yaitu 3 sendok makan gula merah, 2 tutup botol EM4 dan air lele ± 1 liter, kemudian dicampur dan diaduk lalu dimasukkan botol.
Setelah itu, difermentasi selama 21 hari dan POC siap digunakan. Fermentasi yang berhasil ditandai dengan adanya bau asam dan buih-buih putih dipermukaan cairan fermentasi.
Setelah POC jadi, cara pengaplikasiannya pun sederhana bisa dengan disiramkan/dikocor ke lahan pertanaman atau disemprotkan ke daun dengan dosis 1:10. Aplikasi dapat dilakukan secara berkala, yakni setiap dua kali seminggu.
Para petani yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya dan mengakui bahwa inovasi ini memberi solusi praktis terhadap keterbatasan pupuk kimia. “Biasanya limbah air lele hanya dibuang. Dengan kegiatan ini, kami tahu ternyata bisa diolah menjadi pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman,” ungkap salah satu anggota Kelompok Tani Sumber Makmur.
Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN-PPM UNISRI Surakarta berharap petani Desa Wunut semakin terbuka terhadap inovasi pertanian yang sederhana namun efektif. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat desa menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.
*****
Penulis: Riska Amalia, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNISRI














