Klaten, 16 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kelompok 63 melaksanakan program kerja unggulan dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Mereka membantu masyarakat Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, untuk membangun branding desa sebagai pusat produksi karak yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah tersebut.
Karak merupakan makanan tradisional berbahan dasar nasi, sudah lama menjadi ciri khas masyarakat Desa Drono. Banyak warga menggantungkan perekonomiannya dari industri rumahan ini. Namun, potensi besar tersebut selama ini belum dioptimalkan melalui strategi branding dan pemasaran yang kuat.
Ketua kelompok KKN 63 Muhamad Kamal Muhtar, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan nilai jual karak melalui pendekatan inovatif di bidang promosi dan pemasaran. “Kami melihat Desa Drono memiliki identitas yang kuat sebagai produsen karak. Dengan adanya branding desa, produk ini tidak hanya dikenal di lingkup lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Unisri melakukan pembuatan papan identitas desa yang menegaskan citra Desa Drono sebagai “Sentra Karak Klaten”.
Baca Juga: Marketplace terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Kepala Desa Drono, Bapak Mukti Cahyono, S.T menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN Unisri. “Upaya yang dilakukan mahasiswa sangat bermanfaat. Karak selama ini hanya dikenal sebagai jajanan biasa, namun dengan adanya branding, kami berharap produk ini bisa menjadi ikon Desa Drono dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tuturnya.
Masyarakat setempat juga menyambut baik program ini, terutama para pelaku usaha kecil dan ibu rumah tangga yang bergelut dalam produksi karak. Mereka merasa terbantu karena mendapat wawasan baru mengenai strategi pemasaran dan pentingnya identitas produk.
Melalui program kerja ini, KKN Unisri kelompok 63 tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga meninggalkan warisan berupa identitas desa yang lebih kuat. Desa Drono kini semakin percaya diri menyandang predikat sebagai “Pusat Produksi Karak”, sekaligus memperkuat posisi UMKM lokal di tengah persaingan pasar modern.














