Ngawi, 14 Agustus 2025 – Suasana Masjid SD Cantel, Kecamatan Pitu, siang itu berbeda dari biasanya. Derai tawa dan rasa penasaran memenuhi ruangan saat Tim KKN 45 Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) memperkenalkan dunia robotika kepada para siswa kelas 1 hingga 6.
Agenda ini bertujuan mendukung program nasional Making Indonesia 4.0 sekaligus menanamkan minat pada teknologi, khususnya koding dan kecerdasan buatan, sejak dini.
Acara dimulai pukul 10.00 dengan pemaparan materi oleh Ainur Rofiq selaku narasumber utama, didampingi oleh Sinta Dewi R., Muhamad Rofi’i, Elok Salma Nabila, dan M. Andri Fajar K. Para siswa tampak antusias menyimak penjelasan mengenai berbagai komponen robotika.
Mereka kemudian diajak langsung merakit robot deteksi penghalang objek serta robot remote control (RC) yang dikendalikan melalui koneksi Bluetooth.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Tak hanya itu, tim juga mendemonstrasikan robot line follower yang mampu mengikuti jalur secara otomatis. Momen ini menjadi sorotan, karena banyak siswa bersorak kagum saat robot bergerak mulus mengikuti lintasan. “Di era sekarang digitalisasi terus berkembang, perkenalan robotik menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan siswa. Kegiatan ini mendorong minat mereka di bidang teknologi,” ujar Ainur Rofiq. Ia berharap setelah kegiatan ini, siswa termotivasi untuk mempelajari robotika lebih mendalam di jenjang berikutnya.
Menariknya, kegiatan yang awalnya dirancang untuk siswa kelas 4 hingga 6 ini mendapat sambutan luar biasa dari pihak sekolah. Kepala sekolah meminta agar siswa kelas 1 hingga 3 juga ikut berpartisipasi, sehingga suasana menjadi semakin meriah dan penuh semangat.

Melalui program ini, Tim KKN 45 Unugiri berharap dapat melahirkan generasi yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Ini langkah kecil untuk membangun Indonesia Emas,” ungkap salah satu anggota tim.
Kegiatan ini juga didokumentasikan oleh M. Alfarid Aminudin dan Elok Salma Nabila, sehingga setiap momen berharga terekam rapi. Dengan antusiasme yang terlihat, tampaknya benih-benih kecintaan pada teknologi sudah mulai tumbuh di hati para siswa SD Cantel.














