Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dari Kelompok 76 Rini Paramita Kumalawati melaksanakan program kerja individu dengan tema “Revitalisasi UMKM Menuju Desa Mandiri dengan Peningkatan Kapasitas Wirausaha Lokal” di Desa Glagah Wangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tingkat desa melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan keterampilan wirausaha masyarakat lokal.
Dalam keterangannya, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian desa. Namun, tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal adalah keterbatasan dalam pemasaran, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Melalui program ini, ingin membantu pelaku UMKM desa agar lebih siap bersaing dengan mengoptimalkan potensi produk lokal. Harapannya, Desa Glagahwangi dapat semakin mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi strategi branding produk, pelatihan pemasaran digital, hingga pendampingan penggunaan teknologi keuangan seperti QRIS untuk transaksi non-tunai. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi tentang manajemen usaha sederhana, pengemasan produk yang menarik, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Salah satu pelaku UMKM Desa Glagahwangi mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Kami jadi lebih tahu cara memasarkan produk melalui internet. Anak-anak muda juga membantu kami memahami penggunaan QRIS agar lebih mudah bertransaksi dengan pembeli,” katanya.
Kepala Desa Glagahwangi menyambut baik program kerja individu dari mahasiswa UNISRI tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi desa. “Peningkatan kapasitas wirausaha lokal adalah kunci agar desa bisa berkembang dan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian,” ungkapnya.
Melalui program “Revitalisasi UMKM Menuju Desa Mandiri”, Kelompok 76 UNISRI menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pelaku usaha desa yang lebih tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.














