Jogosetran, Klaten – 26 Juni 2025. Upaya pencegahan stunting di Desa Jogosetran kembali digalakkan melalui edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang diselenggarakan oleh Petugas Kesehatan Desa (PKD) bersama kader Posyandu. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi ini dihadiri oleh puluhan kader dari berbagai dusun dan turut didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 156 UIN Raden Mas Said Surakarta.
Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh PKD desa dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pola pemberian makan yang tepat untuk bayi dan anak balita, khususnya dalam rentang usia 0 hingga 24 bulan. Dalam pemaparannya, bidan desa menjelaskan pentingnya tahapan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) serta indikator pencapaian gizi berdasarkan usia anak.
Baca Juga: Pilihan Terbaik untuk Menerbitkan Karyamu Menjadi Buku
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0–6 bulan telah mencapai 100%, namun cakupan pemberian MP-ASI pada usia 9–11 bulan menurun hingga hanya mencapai 50%. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam forum edukasi pagi itu.
Beberapa hal penting yang ditekankan dalam kegiatan ini antara lain: penyesuaian tekstur makanan berdasarkan usia, keberagaman nutrisi (sayur, buah, protein), jumlah porsi dan frekuensi makan, hingga pentingnya menjaga kebersihan makanan serta keaktifan orang tua dalam memberi makan anak.
“Jam makan itu tidak boleh asal-asalan, ada pola dan aturan yang harus dipahami oleh orang tua,” terang Ibu Setyaningsih, bidan desa, dalam sesi diskusi bersama para kader.
Sementara itu, mahasiswa KKN Kelompok 156 hadir sebagai mitra pendamping yang berkomitmen mendukung keberlanjutan program-program kesehatan masyarakat di desa, khususnya dalam agenda pencegahan stunting. Pendampingan ini menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan sadar gizi.
“Walaupun kami bukan pelaksana utama, kami merasa perlu turut mengawal proses-proses edukatif seperti ini agar nilai-nilai pengabdian kami di desa ini benar-benar terasa manfaatnya,” ujar Dittrya Privy Oktavianes, Perwakilan Kelompok KKN 156.
Diharapkan melalui edukasi yang berkelanjutan dan pendampingan aktif dari berbagai pihak, Desa Jogosetran dapat menjadi salah satu desa yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan dalam waktu mendatang.














