Karangduwet, Klaten – Kelompok KKN 10 Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kegiatan penanaman dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai media tanam. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025 pukul 15.00 sore, di Dukuh Karangduwet RT 31, Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.
Masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga merupakan salah satu upaya nyata dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Tanaman herbal sejak lama dipercaya memiliki khasiat yang bermanfaat bagi tubuh manusia, baik sebagai obat tradisional, pencegahan penyakit, maupun penunjang daya tahan tubuh. Di tengah kondisi masyarakat modern yang sering kali bergantung pada obat-obatan kimia, kehadiran tanaman herbal dapat menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mendukung pola hidup sehat berbasis kearifan lokal
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif menjaga kesehatan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, para ibu-ibu PKK tidak hanya diajak untuk menanam berbagai tanaman herbal, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai manfaat kesehatan dari setiap tanaman yang ditanam.
Dalam kegiatan ini, ibu-ibu PKK diajak menanam berbagai jenis tanaman obat yang mudah ditemui dan bermanfaat untuk kesehatan keluarga, antara lain jahe, kencur, sereh, jeruk purut, dan lengkuas. Selain praktik menanam, ibu-ibu PKK juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat masing-masing tanaman sebagai bahan obat tradisional.
Para mahasiswa memberikan penjelasan sederhana namun aplikatif mengenai manfaat setiap tanaman. Misalnya, jahe dapat diolah menjadi minuman penghangat tubuh saat musim hujan, sereh bermanfaat untuk meredakan pegal, dan kencur kerap digunakan dalam ramuan jamu tradisional. Dengan demikian, ibu-ibu tidak hanya tahu cara menanam, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat membawa suasana berbeda ada semangat kolaborasi dan rasa kebersamaan untuk menjadikan lingkungan lebih sehat dan produktif.

Koordinator KKN Kelompok 10 Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rofiul Amri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman herbal. “Kami berharap ibu-ibu PKK dapat terus mengembangkan tanaman obat keluarga secara mandiri. TOGA bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan, tapi juga mampu mengajarkan kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 31 Dukuh Karangduwet, Bapak Joko, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. “Kami merasa senang karena lahan kosong di dukuh ini akhirnya bisa dimanfaatkan. Selain menambah hijau lingkungan, tanaman herbal juga bisa dipakai langsung oleh warga untuk menjaga kesehatan keluarga. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang,” ujar Bapak Joko.
Kegiatan mahasiswa KKN di Dukuh Karangduwet RT 31 menunjukkan bahwa program sederhana pun dapat memberi dampak besar bila dilakukan secara tepat sasaran dan melibatkan partisipasi masyarakat. Penanaman TOGA menjadi contoh nyata bagaimana pekarangan yang semula biasa saja bisa diubah menjadi sumber manfaat. Bagi ibu-ibu PKK, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga.
Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga merasa lebih berdaya karena bisa berkontribusi pada kesehatan keluarga. Dukungan dari tokoh masyarakat menambah keyakinan bahwa gerakan ini bisa berkembang lebih luas dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Jatinom maupun Kabupaten Klaten.
Selain aspek kesehatan, TOGA juga menjadi sarana pembelajaran mengenai kemandirian keluarga. Dengan menanam sendiri, masyarakat tidak perlu selalu membeli bahan herbal di pasar, melainkan dapat memanfaatkannya langsung dari pekarangan rumah. Hal ini sejalan dengan gerakan nasional pemanfaatan lahan sempit untuk kebutuhan pangan dan kesehatan.

Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta membuktikan bahwa hadir di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan program akademik, melainkan juga membawa perubahan nyata. Penanaman TOGA bersama ibu-ibu PKK Karangduwet menjadi langkah kecil namun berarti: menanam kesehatan, menumbuhkan kemandirian, dan merawat lingkungan bersama.
Dengan demikian, pemanfaatan tanaman herbal bukan hanya sekadar program jangka pendek dalam pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat menjadi warisan jangka panjang bagi masyarakat Dukuh Karangduwet. Harapannya, kebun herbal yang telah ditanam bersama akan terus dirawat dan dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari. Lebih jauh lagi, jika dikelola dengan baik,














