Jatinom, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 2 Krajan, Kecamatan Jatinom. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 1, 3 dan 4 sebagai upaya penanaman perilaku hidup sehat sejak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025 pukul 08.00- selesai.
Materi yang disampaikan meliputi praktik mencuci tangan dan sikat gigi, menjaga kebersihan kuku, membuang sampah pada tempatnya, serta pentingnya membawa bekal sehat dari rumah. Sosialisasi dilakukan melalui metode praktik langsung dan media visual sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memandang perlu adanya intervensi edukatif yang bersifat aplikatif dan menyenangkan bagi anak-anak.

Koordinator KKN Kelompok 10 Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rofiul Amri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui jalur pendidikan dasar. “Melalui sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kami berharap para siswa terbiasa menerapkan pola hidup sehat baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” ungkap Rofiul.
Respon positif datang dari pihak sekolah. Kepala Sekolah, Anis Purnamawati SD Negeri 2 Krajan mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Bahkan setelah sosialisasi, ada siswa yang langsung memeriksa kebersihan kuku dan mengingatkan temannya untuk mencuci tangan. Itu tanda bahwa pesan yang disampaikan bisa langsung diterapkan,” ungkapnya.
Dari pantauan selama kegiatan, siswa terlihat aktif mengikuti arahan. Beberapa siswa bahkan menunjukkan kebiasaan baru, seperti bersemangat memeriksa kuku sendiri atau saling mengingatkan teman untuk mencuci tangan sebelum makan. Hal ini menunjukkan bahwa metode penyampaian yang interaktif memberikan dampak langsung terhadap perilaku anak.
Metode yang digunakan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung dan permainan interaktif. Misalnya, siswa diajak melakukan simulasi mencuci tangan dengan enam langkah yang benar, menyanyikan lagu sederhana bertema kebersihan, serta mengikuti kuis singkat dengan hadiah kecil untuk meningkatkan antusiasme.

Selain memberi manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN. Melalui interaksi langsung dengan anak-anak, mereka belajar menyusun strategi edukasi yang sesuai dengan usia dan karakter peserta didik. Hal ini sekaligus menjadi sarana pengembangan soft skill mahasiswa dalam hal komunikasi, kreativitas, serta kemampuan mengelola kegiatan berbasis masyarakat.
Mahasiswa juga mendapatkan pelajaran penting bahwa menyampaikan materi kesehatan kepada anak-anak membutuhkan kreativitas dan kesabaran. Dengan cara belajar sambil bermain, pesan-pesan sederhana tentang kebersihan diri menjadi lebih mudah dipahami dan diingat. Hal ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru yang terus terbawa hingga mereka dewasa nanti.
Lebih jauh, program PHBS di SD Negeri 2 Krajan diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan sekolah sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jika siswa terbiasa menjaga kebersihan diri, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan meluas ke masyarakat secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 10 berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai langkah kecil yang berdampak nyata. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang sehat, disiplin, dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga komunitas. Melalui kerja sama antara mahasiswa, guru, dan siswa, tercipta lingkungan belajar yang sehat, aman, dan kondusif. Pada akhirnya, program ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil dapat membawa dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.














