Krajan, Jatinom, Klaten – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 10 menyelenggarakan lomba cerdas cermat khusus untuk muda-mudi Margo Rukun Dukuh Krajan, Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Acara ini digelar pada Kamis, 14 Agustus 2025 pukul 19.00 malam di Posko KKN Kelompok 10 dan berhasil menarik perhatian puluhan pemuda serta warga sekitar yang turut hadir menyaksikan jalannya perlombaan.
Lomba cerdas cermat menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT RI di Desa Krajan. Tidak seperti lomba-lomba khas 17-an lainnya yang identik dengan permainan fisik, kegiatan ini menekankan pada adu wawasan dan pengetahuan. Peserta yang terdiri dari kelompok muda-mudi berbagai saling bersaing menjawab pertanyaan dari panitia dengan cepat dan tepat.
Pertanyaan yang diajukan meliputi beragam tema, mulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, wawasan kebangsaan, pengetahuan umum, hingga isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat jalannya lomba penuh dinamika: kadang menegangkan saat peserta berpikir keras, kadang riuh penuh tawa ketika jawaban meleset jauh dari dugaan.
Sejak awal acara dimulai, suasana terasa hidup. Sorak-sorai penonton kerap terdengar, memberikan semangat bagi tim yang sedang bertanding. Beberapa warga bahkan ikut menebak-nebak jawaban, seolah turut serta dalam perlombaan.

Koordiantor KKN Kelompok 10 Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rofiul Amri, menyampaikan bahwa ide mengadakan lomba cerdas cermat muncul dari keinginan menghadirkan suasana 17 Agustusan yang berbeda, tidak hanya berorientasi pada permainan tradisional semata, tetapi juga memiliki nilai edukatif,
“Melalui lomba ini, kami ingin memberikan ruang bagi pemuda untuk belajar sambil berkompetisi. Cerdas cermat bisa menjadi sarana menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan wawasan, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Harapannya, semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan lomba fisik, tetapi juga dengan kegiatan intelektual,” jelas Rofiul.
Menurutnya, lomba ini juga menjadi cara mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama generasi muda. Kegiatan yang sederhana bisa memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk karakter pemuda yang cerdas, kritis, dan berjiwa kebersamaan.

Kehadiran lomba cerdas cermat ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Salah satu tokoh pemuda Desa Krajan, Mawardi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat mahasiswa KKN yang mengajak muda-mudi berpartisipasi dalam kegiatan bermakna.
“Biasanya lomba 17-an identik dengan balap karung atau tarik tambang. Itu memang seru, tapi lomba cerdas cermat memberikan warna berbeda. Kita bisa belajar sejarah bangsa, pengetahuan umum, bahkan wawasan lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah menghadirkan ide kreatif ini,” Mawardi.
Apresiasi juga datang dari warga desa yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurut mereka, lomba ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarwarga lintas generasi. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang tetap setia mengikuti jalannya perlombaan hingga akhir. Bahkan, beberapa warga mengusulkan agar kegiatan ini bisa dijadikan agenda tahunan dalam perayaan HUT RI di Dukuh Krajan.
Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta berharap lomba cerdas cermat ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Pengetahuan dan pendidikan bisa dikemas dalam bentuk yang menarik, sehingga tidak terasa membosankan.Lebih dari itu, kegiatan semacam ini mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menjaga nilai-nilai kemerdekaan.
Dengan berakhirnya lomba cerdas cermat, rangkaian perayaan HUT RI di Desa Krajan terasa semakin lengkap. Ada keriangan dari lomba tradisional, ada kekompakan dari kegiatan gotong royong, dan kini ada pula kebanggaan intelektual dari lomba pengetahuan. Semua berpadu menjadi wujud nyata semangat kemerdekaan yang tak lekang oleh waktu.

Lomba cerdas cermat muda-mudi Desa Krajan bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga sebuah momentum untuk mengasah kecerdasan, mempererat kebersamaan, dan merawat semangat nasionalisme.
Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta memberi warna baru dalam perayaan 17 Agustusan, sekaligus meninggalkan kesan yang akan dikenang oleh masyarakat setempat. Semoga kegiatan ini terus berlanjut di masa mendatang dan menjadi teladan bagi pemuda dalam memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam.














