Wonosobo, Sabtu 2 Agustus 2025 – Tim kelompok 20 KKN Universitas Tidar Desa Wonokerto Kecamatan Leksono melakukan demonstrasi pengunaan alat insenerator kepada pengolola Tempat Pembuangan Sementara (TPS), perangkat desa, dan masyarakat umum guna menjelaskan manfaat dan metode pengunaan alat yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang cukup serius mengenai sampah didesa Wonokerto, kurangnya kesadaran masyarakat desa Wonokerto dalam mengelola sampah rumah tangga yang dihasilkan, serta minimnya pemilahan sampah menjadikan penumpukan dan sampah tidak dapat didaur ulang lagi.
Pada fakta dilapangan untuk permasalahan sampah dilakukan dengan cara diangkut langsung ke Tempat Pembuangan Akhir Wonosobo, Pengangkutan sampah telah dilakukan seminggu dua kali, yaitu hari rabu dan hari sabtu oleh petugas dan dikirim langsung ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA) Kabupaten Wonosobo tanpa adanya pemilahan terlebih dahulu, sehingga sampah yang dikirim tidak dapat diolah kembali ke barang yang bermanfaat.
Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi perkuliahan
Selain itu juga TPA Wonosobo telah overload atau melebihi kapasitas TPA yang ada sehingga Bupati Wonosobo menghimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk mengelola sampah secara mandiri agar tidak terjadi penumpukan di TPA Wonosobo.

“Kami perangkat desa wonokerto telah mendapat petingatan dari Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kabupaten Wonosobo agar sampah yang di kirim ke TPA di pilah terlebih dahulu karena selama ini sampah diangkut oleh petugas dengan mobil sampah, dan langsung dikirim ke TPA, sehingga selain mendapat peringatan kami juga mendapat sanksi berupa pembebanan biaya lebih terhadap berat setiap kilogram(KG) yaitu sebesar Rp.10.000. yang cukup memberatkan bagi kita karena iuran dari warga sendiri setiap bulanya hanya Rp.5.000. sehingga kami harus mensubsidi pembuangan sampah tersebut” ujar Khoriansah selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Wonokerto.
Disebabkan permasalahan tersebut kelompok 20 KKN Untidar Desa Wonokerto mempunyai solusi dengan memanfaatkan TPS yang telah ada dengan membangun sebuah alat berteknologi modern yang disebut insenerator guna menghancurkan sampah rumah tangga yang tidak dapat dimanfaatkan untuk dimusnahkan dengan cara dibakar dengan tekanan tinggi dan diberi filterasi pada penutup alat untuk meminimalisir polusi yang dihasilkan.
“Pembuatan alat insenerator ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada di desa Wonokerto dengan dimusnahkan, untuk cara kerja alat ini yaitu dengan memasukan sampah kering kedalam alat pembakaran, kemudian ditutup untuk meminimalisir polusi yang di hasilkan, selanjutnya sampah dibakar dengan pemantik api dibawahnya untuk tahap penyalaan api diawal”
“Setelah api sudah mulai hidup Blower Fan dihidupkan untuk memaksimalkan angin yang masuk untuk mempercepat pembakaran, untuk meminimalisir polutan tempat sampah tersebut ditutup dengan penutup yang terbuat dari besi dan mempunyai cerobong yang didalamnya mempunyai filterasi sehingga udara yang ke;uar dari cerobong tidak beracun dan berbahaya”. Ujar Umam selaku perwakilan dari Mahasiswa KKN dalam pembuatan insenerator yang berasal dari program studi Teknik Mesin.















