• TENTANG KAMI
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI
FORKA
Indonesia Imaji
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
No Result
View All Result
FORKA
No Result
View All Result

Perintis Vs Pewaris; Keduanya Baik Selagi Visinya Menjadi Entrepreneur

FORKA INDONESIA by FORKA INDONESIA
August 13, 2025
in OPINI
0
Perintis Vs Pewaris; Keduanya Baik Selagi Visinya Menjadi Entrepreneur

Speech bubbles. Source: istockphoto.com

0
SHARES
58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan, ramai perdebatan mengenai entrepreneur muda dan konten kreator yang mengklaim dirinya sebagai perintis.

Ia memberikan motivasi dan petuah-petuah kepada entrepreneur lain. Problemnya, tokoh tersebut diduga tidak benar-benar memulai bisnisnya dari nol; alias sangat dominan memperoleh support dari orang tuanya.

Perdebatan jadi semakin ramai. Sebagian netizen membandingkan kehidupan serba berkecukupan dari konten kreator tersebut, dibandingkan dengan kehidupan mayoritas masyarakat kita. Poin privilege inilah yang dipertentangkan.

Seseorang yang tumbuh besar dari keluarga yang sangat berkecukupan secara finansial diyakini jauh lebih mudah memulai bisnis, punya lebih banyak akses modal serta jejaring, dan pastinya lebih punya kesiapan menghadapi risiko gagal.

Sejatinya, semua orang yang memulai entitas bisnis baru, dari yang semula tidak ada, menjadi ada; sah saja disebut perintis! Hanya saja, ketimpangan akses modal, jejaring, pengetahuan, hingga efikasi diri mereka yang kelak jadi faktor pembeda.

Faktor-faktor ini tidak banyak dimiliki mayoritas saudara kita yang berminat menjadi entrepreneur. Sehingga, banyak perintis bisnis yang dihadapkan pada perubahan kondisi sedikit saja di luar rencana, seringkali membuat bisnis gagal total.

— Meskipun, melanjutkan sebuah bisnis yang sudah dibangun keluarga; juga tidak mudah.

Sederhananya, perdebatan ini mempertegas kenyataan bahwa:

Ada sebagian orang yang bisa merintis bisnis sebagai hiburan-belajar dengan trial and error, ada juga yang dalam merintis bisnisnya harus bertaruh segala aset yang dimiliki, sebab inilah satu-satunya cara mereka untuk bertahan hidup. Seringkali setelah tidak lagi mampu mengakses dunia kerja yang mendapat penghidupan layak.

Baca Juga: Lokapasar terbaik untuk belanja buku referensi mata kuliah

Sedikit keluar topik. Data dari Kementerian Koperasi dan UMKM jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk. Rasio ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen maupun AS yang 12 persen. Sedangkan data dari BPS tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki sekitar 7,28 juta penangguran.

Sejatinya (lagi), kita sangat butuh banyak entrepreneur baru; mereka yang mengalokasikan energi, asset, jejaring, dan kreativitasnya untuk mulai merintis bisnis. Entah dari latar belakang ber-privilege maupun yang lahir dan besar dari keterbatasan. Semangat inilah yang kelak mendorong ragam inovasi produk baru, persaingan usaha yang (akan) menguntungkan konsumen, dan tentunya mengatasi problem pengangguran (yang gagal diselesaikan pemerintah).

Hanya saja, yang perlu dibangun adalah ekosistemnya! Bagaimana agar semua orang yang berniat berwirausaha (menjadi entrepreneur) punya pengetahuan dan keterampilan lebih baik, akses terhadap permodalan dan pasar yang lebih terbuka, infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

Lalu kemudahan perizinan, kerja sama dalam rantai pasok, support system dan mentor yang mumpuni. Ini semua PR bersama semua pihak; influencer, pemerintah, pegiat edukasi wirausaha, perbankan, hingga entrepreneur-nya sendiri.

Kesadaran kolektif dan upaya kolaboratif inilah yang bisa mengurai perdebatan privilege yang tengah ramai.

 

*****

Penulis: Muhammad Luthfi Hamdani

Previous Post

Optimalkan TPS Desa Wonokerto, Tim KKN Untidar Membuat Insenerator

Next Post

Mengidentifikasi dan Membangun Strategi Internal Bisnis

Next Post
Mengidentifikasi dan Membangun Strategi Internal Bisnis

Mengidentifikasi dan Membangun Strategi Internal Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STAY CONNECTED

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

July 15, 2025
Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

July 7, 2025
Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

July 15, 2025
Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

July 13, 2025
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Tempat Hand Sanitizer

Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Tempat Hand Sanitizer

4
Masyarakat Miskin: Antara Kenyang atau Pintar

Lomba Agustusan dan Judi Darat

2
Mahasiswa KKN-T MBKM Unisri Berikan Inovasi dalam Meningkatkan Omset UMKM Kripik Pare di Kalisoro

Mahasiswa KKN-T MBKM Unisri Berikan Inovasi dalam Meningkatkan Omset UMKM Kripik Pare di Kalisoro

1
Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint dengan Daun di Sekitar Kita Pada Siswa SDN 2 Solodiran

Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint dengan Daun di Sekitar Kita Pada Siswa SDN 2 Solodiran

1
Usia 30-an Mencari Ketenangan

Usia 30-an Mencari Ketenangan

April 10, 2026
Memahami Total Quality Management: Strategi Membangun Organisasi Berkualitas dan Berdaya Saing

Memahami Total Quality Management: Strategi Membangun Organisasi Berkualitas dan Berdaya Saing

March 11, 2026
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Laksanakan Magang di Setda Karanganyar

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Laksanakan Magang di Setda Karanganyar

February 11, 2026
Kain yang Bicara:  Mode, Makna, dan Tanggung Jawab terhadap Bumi

PSN yang Pindah, Luka yang Tertinggal di Tanah Fakfak

January 22, 2026
  • Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

    Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prinsip Koperasi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
FORKA

A research and training center focus on economic empowerment base on social entrepreneurship and digital technology #IndonesiaBerdaya

Email: idforka@gmail.com
Whatsapp: 0851-5840-5844

RECENT NEWS

Usia 30-an Mencari Ketenangan

Usia 30-an Mencari Ketenangan

April 10, 2026
Memahami Total Quality Management: Strategi Membangun Organisasi Berkualitas dan Berdaya Saing

Memahami Total Quality Management: Strategi Membangun Organisasi Berkualitas dan Berdaya Saing

March 11, 2026
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Laksanakan Magang di Setda Karanganyar

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Laksanakan Magang di Setda Karanganyar

February 11, 2026

POPULAR POST

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

July 15, 2025
Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

July 7, 2025
Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

July 15, 2025
  • TENTANG KAMI
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI

© 2021 Forka Indonesia

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI

© 2021 Forka Indonesia