• TENTANG KAMI
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI
FORKA
Indonesia Imaji
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
No Result
View All Result
FORKA
No Result
View All Result

CATATAN SINGKAT MENOLAK OMNIBUS LAW CILAKA

FORKA INDONESIA by FORKA INDONESIA
October 6, 2020
in ARTIKEL, GOTONG ROYONG
0
CATATAN SINGKAT MENOLAK OMNIBUS LAW CILAKA
0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Luthfi Hamdani

Dalam ekonomi, kita begitu lekat dengan konsep trade-off. Misalnya punya uang seribu, dalam satu kesempatan harus memilih dibelikan apel atau jeruk, ndak bisa keduanya. Sebab masing-masing berharga seribu.

Atau punya waktu empat tahun, pilih untuk kuliah (mbayar) atau full kerja (dibayar). Di tengah keterbatasan dan kelangkaan resource serta pilihan, kita diharuskan banyak menghitung, analisa dan membuat peramalan (forecast). Dari asumsi kondisi beginilah konsep manusia sebagai “homo economicus” lahir. Manusia yang dingin, kalkulatif, tujuan utamanya adalah pilihan paling menguntungkan (maximum profit oriented).

Ramai-ramai omnibus law CIPTAKER (CILAKA) ini tidak luput dari kondisi semacam ini, satu dipilih-satu dikorbankan. Tahun 2045 saat usia Indonesia 100 tahun, kita terancam punya kelebihan tenaga kerja (penduduk) usia produktif. Sedang ruang atau lapangan kerja masih terus kasak-kusuk, bingung apa dan bagaimana di tengah tantangan kemunculan berbagai kekuatan baru ekonomi global dan ancaman teknologi disruptif. Tanpa kerja, jutaan dari kita bakal berstatus “unemployment”, penganggur. Kondisi serius yang bisa berdampak sistematis. Bukan cuma urusan ekonomi, tapi sosial dan politik.

Dari situ, investasi (dari mana saja) dalam paham ekonomi Keynesian selalu dianggap satu cara menyelesaikan urusan ketenagakerjaan begini. Ada harapan dengan adanya investasi baru, tenaga kerja terserap, lalu terjadi proses produksi dan dampak menetes ke bawah (trickle down effect) dari ekonomi bisa dirasakan kelompok ekonomi kelas bawah. Walaupun dalam praktik banyak yang ‘mandhek’, ndak menetes sempurna. Banyak kasus dimana buruh menerima upah yang jauh dari nilai yang mereka hasilkan. Beban dan lingkungan kerja yang ndak beres. Tidak terjadi mekanisme “fair share” antar kedua pihak.

Belum lagi urusan lingkungan hidup. Industri ekstraktif dan penebangan kayu tentu bimbang “trade-off” juga. Keduanya tentu memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi, namun buruk bagi lingkungan. Wilayah dengan tambang batu bara yang luas ternyata tak menjamin rendahnya tingkat kemiskinan. Riset JATAM (06/2019) menunjukkan, 80% dari seluruh wilayah tambang di Indonesia berisiko terhadap ketahanan pangan dan berujung pada kemiskinan. Anomali.

Selain menolak keras, tentu kita musti nyari alternatif sistem-model yang selain menguntungkan dari aspek bisnis, efisien dari biaya dan proses, menguntungkan bagi pekerja semua level, dan pastinya tidak memberikan dampak lebih buruk pada lingkungan hidup. Ini bakal jadi proses panjang.

Banyak orang telah mencoba nyari solusi terbaik untuk urusan ini. Kapan hari saya merampungkan membaca semua gagasan dan project yang dikembangkan suatu komunitas di situs web primer.commontransition.org. Mereka mengajukan banyak ide alternatif yang keren (dan mudah dipahami) untuk menjadi agenda aksi dari tujuan besar, yang mereka sebut sebagai transisi umum (common transtition).

Misalnya ada model ekonomi kolaborastif bernama “peer-to-peer” atau “people-to-people” (P2P). Atau juga konsep keren kooperativisme terbuka (open cooperativism). Ide ini mencoba mengeksplorasi (serta memadukan) konsep “produksi berbasis kepentingan umum” dengan asumsi besar “social and solidarity economy”.

Mereka juga mengkampanyekan slogan “Design global, Manufacture local” (DGML), bagian dari konsep berbagi ide dan desain produk manufaktur. Dalam satu kerangka kerja tujuan bernama “Distributed Manufacturing”.

Untuk berjalan beriring dengan kemajuan teknologi, mereka ngasih contoh beberapa start-up yang mewakili sistem dan model “open cooperativism”, misalnya Enspiral, Fairmondo, Sensorica, Mutual Aid Network, dsb. Secara umum yang ditawarkan menekankan pada solidaritas dan lokalitas.

Anda bisa membaca semua tawaran gagasan mereka. Lalu menilai sejauh mana konsep ini bisa sustainable jika berbenturan dengan paradigma dan sistem yang saat ini ada pun dominan. Start-up marketplace Fairmondo yang dijadikan contoh, sebagai gagasan koperasi digital dan global, gagasannya keren, tapi valuasinya tentu masih jauh banget dari Alibaba apalagi Amazon.

Tapi sebagai sikap praktis, omnibus law cilaka perlu dengan keras ditentang, sebelum semuanya kelewatan. Regulasi yang jelas dan tegas tentu tetap diperlukan supaya proses bisnis-ekonomi tidak merugikan pihak-pihak yang lemah seperti buruh, masyarakat adat-lokal dan tentu saja lingkungan hidup. Sebab disanalah peran sentral negara.

Previous Post

GADIS-GADIS BELIA PEROKOK

Next Post

Pengertian dan Asas Koperasi Indonesia

Next Post
Pengertian dan Asas Koperasi Indonesia

Pengertian dan Asas Koperasi Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STAY CONNECTED

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

July 15, 2025
Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

July 7, 2025
Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

July 15, 2025
Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

July 13, 2025
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Tempat Hand Sanitizer

Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Tempat Hand Sanitizer

4
Masyarakat Miskin: Antara Kenyang atau Pintar

Lomba Agustusan dan Judi Darat

2
Mahasiswa KKN-T MBKM Unisri Berikan Inovasi dalam Meningkatkan Omset UMKM Kripik Pare di Kalisoro

Mahasiswa KKN-T MBKM Unisri Berikan Inovasi dalam Meningkatkan Omset UMKM Kripik Pare di Kalisoro

1
Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint dengan Daun di Sekitar Kita Pada Siswa SDN 2 Solodiran

Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint dengan Daun di Sekitar Kita Pada Siswa SDN 2 Solodiran

1
Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

April 19, 2026
Prodi Akuntansi Unisri Perkuat Literasi Keuangan UMKM Muslim di Bangkok

Prodi Akuntansi Unisri Perkuat Literasi Keuangan UMKM Muslim di Bangkok

April 19, 2026
Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

April 19, 2026
Usia 30-an Mencari Ketenangan

Usia 30-an Mencari Ketenangan

April 10, 2026
  • Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

    Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengubah Masalah Menjadi Ide Usaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prinsip Koperasi Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
FORKA

A research and training center focus on economic empowerment base on social entrepreneurship and digital technology #IndonesiaBerdaya

Email: idforka@gmail.com
Whatsapp: 0851-5840-5844

RECENT NEWS

Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

Magister Manajemen Unisri Dorong UMKM Muslim Bangkok Melek Bisnis Digital

April 19, 2026
Prodi Akuntansi Unisri Perkuat Literasi Keuangan UMKM Muslim di Bangkok

Prodi Akuntansi Unisri Perkuat Literasi Keuangan UMKM Muslim di Bangkok

April 19, 2026
Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

Dosen Manajemen Unisri Gelar Pengabdian Internasional, Dampingi UMKM Muslim di Bangkok Kewirausahaan Sosial Berbasis Masjid

April 19, 2026

POPULAR POST

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

Ragam Klasifikasi Koperasi yang Wajib Kamu Tahu

July 15, 2025
Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

Memahami Teknologi dan Proses Produksi Ramah Lingkungan

July 7, 2025
Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

Kenali Lima Elemen Kualitas Layanan dalam Bisnis

July 15, 2025
  • TENTANG KAMI
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI

© 2021 Forka Indonesia

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • FORKA INSTITUE
    • RISET
    • DISKUSI
  • SOCIAL ENTERPRISE
  • BERITA
  • OPINI
  • AKADEMI
  • BISNIS
  • KOMUNITAS
  • KIRIM TULISAN
  • REDAKSI
  • TENTANG KAMI

© 2021 Forka Indonesia