Surakarta — Auditorium Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) pada Jumat, 28 November 2025, dipadati ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti pelatihan investasi saham bertajuk “Invest in Your Future, Not Just a Trend.”
Kegiatan yang digelar dengan tujuan meningkatkan literasi pasar modal bagi generasi muda ini menghadirkan tiga pembicara utama dari institusi strategis: Candra Halim As Shiddiq dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ari Seta Kurniawan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), serta akademisi UNISRI serta praktisi investasi pasar modal, Naili Amalia, S.E., M.M., QRMP.
Dalam sesi pembuka, narasumber dari OJK dan BEI menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini serta peluang pertumbuhan pasar modal di Indonesia yang semakin mudah diakses. Ari Seta Kurniawan menegaskan bahwa partisipasi generasi muda terus meningkat seiring perkembangan aplikasi investasi dan rendahnya biaya transaksi. Hal ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memulai langkah investasi secara bijak dan terukur.

Sorotan utama kegiatan ini adalah pemaparan materi dari Naili Amalia yang mengangkat tema “The Art of Becoming Smart Young Investor.” Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi saat ini menghadirkan tantangan berat bagi generasi muda, mulai dari stagnasi pendapatan hingga tekanan biaya hidup.
“Dalam ekonomi seperti sekarang, mungkin terasa lebih sulit membangun kekayaan dibandingkan generasi sebelumnya, tetapi Anda harus tahu bahwa kita justru lebih diuntungkan dengan banyaknya opsi investasi dan kemudahan akses teknologi,” ujarnya.
Naili juga membedah secara komprehensif dua pendekatan utama dalam menganalisis saham: analisis fundamental dan teknikal. Ia menjelaskan indikator fundamental seperti PER, PBV, DER, ROA, dan ROE sebagai komponen penting dalam menilai kesehatan perusahaan.
Di sisi lain, analisis teknikal mencakup pembacaan candlestick, pola pergerakan harga, support–resistance, hingga manajemen risiko.
Menurutnya, pasar saham bukan sekadar angka dan grafik, tetapi juga cerminan psikologi kolektif investor. “Tidak ada analisis yang pasti untung. Analisis itu mendekatkan kita pada kemungkinan benar, bukan kepastian. Dalam bursa, tidak pernah ada nilai yang benar-benar pasti,” tegasnya dalam sesi tersebut.
Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama dalam memahami pentingnya keamanan aset, strategi investasi jangka panjang, serta disiplin dalam pengelolaan risiko.
Melalui kegiatan ini, UNISRI berharap semakin banyak mahasiswa yang memiliki literasi keuangan memadai dan mampu mengambil keputusan investasi secara rasional serta berorientasi masa depan.
Baca materi selengkapnya pada tautan berikut: Fundamental VS Teknikal













